Second Book


Analisis HKSA Insektisida dan Desain Senyawa Baru Turunan Sulfenil Metilkarbamatdengan Metode Semiempirik AM1

Rini Selly, Dwi Siswanta, dan Mudasir

Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta

INTISARI

 

memasak ‘kimia’ (part I)


Berhubung lagi baru2nya belajar masak, jadi agak katrok sama nama-nama bahan masakan dan segala yang berkaitan dengannya. Mungkin dulu waktu SMA sudah dipelajari juga, tapi yah gak ada salahnye untuk mengingat kembali. Penasaran sama dua buah tepung putih yang di masukkan ke dalam kue yakni soda kue (baking soda) sama baking powder begitu baca di botol- botol kecilnya ada kandungan bahan kimianya yang tertera.

Mau coba bahas di sini, tapi sepertinya bapak Robert L Wolke sudah bahas duluan dengan jelas di bukunya ini.

Image

Jadi langsung saja saya kutipkan isinya yah :

Baking soda (juga disebut bikarbonat soda) adalah sebuah bahan kimia tersendiri: natrium bikarbonat murni, sedangkan baking powder adalah baking soda yang dicampur dengan satu atau dua garam lebih asam, misalnya monokalsium fosfat monohidrat, dikalsium dihidrat, natrium aluminum sulfat, atau natrium aluminum fosfat.

Pada baking powder yang saya gunakan tertulis natrium asam (tidak dituliskan asamnya apa), pirifosfat (masih penasaran ini salah ketik atau saya yg harus banyak membaca karena setau saya adanya pirofosfat) dan natrium bikarbonat.

Baik baking soda maupun baking powder digunakan untuk mengembangkan adonan: membuat adonan kue panggang naik, mengembang, karena membuat jutaan gelembung gas karbon dioksida yang masing-masing berukuran sangat kecil. Gelembung-gelembung gas itu dilepaskan dalam adonan yang masih basah, yang kemudian memuai karena panas oven dan setelah adonan mengeras gelembung-gelembung itu terperangkap di tempat masing-masing. Akibatnya (yakni harapan kita), kita mendapatkan cake berbusa yang ringan, alih-alih gundukan adonan yang padat dan kenyal (bantat).

Reaksinya kurang lebih seperti ini 2NaHCO3Β  –> Na2CO3 + H2O + CO2(g) (mudah2an benar hehe)

Berikut ini cara kerja dua agen pengembang adonan tersebut.
Baking soda melepaskan gas karbon dioksida segera setelah bahan ini kontak dengan cairan bersifat asam, misalnya buttermilk, sour cream, atau, khusus untuk ini, asam sulfat (tidak dianjurkan). Semua karbonat dan bikarbonat menjalankan fungsi seperti itu. Sebaliknya, baking powder adalah baking soda yang sudah dicampur dengan sejenis asam kering. Bahan ini digunakan ketika sebuah resep tidak mengandung asam lain. Segera sesudah tepung tadi menjadi basah, kedua bahan kimia di dalamnya mulai mengurai dan bereaksi dengan membentuk karbon dioksida. Agar gas itu tidak “kabur” sebelum waktunya, mereka harus dilindungi dengan baik dari kelembaban udara dengan menyimpan hasilnya dalam sebuah wadah bertutup rapat.

Baking soda bisa disimpan hampir selama-lamanya, walaupun bahan ini bisa menangkap bau dan citarasa; itu sebabnya orang menaruhnya dalam wadah terbuka kemudian memasukkannya ke dalam lemari pendingin. Sebaliknya, baking powder dapat kehilangan keampuhannya setelah beberapa bulan karena bahan-bahan kimianya pelan-pelan saling bereaksi sendiri, terutama jika terkena udara lembab. Uji baking powder Anda dengan memasukkannya barang sejumput ke dalam air. Kalau tidak mendesis dengan sukses berarti tepung itu telah kehilangan keampuhannya dan tidak baik untuk mengembangkan adonan. Buang dan beli saja yang baru.

Saya sudah langsung memasukkannya ke dalam adonan kue dan alhamdulillah kuenya mengembang (sepertinya baking powder milik saya masih dalam kondisi baik)

Umumnya, ada dua bahan kimia berbeda dalam tepung yang bertanggung jawab untuk kedua reaksi itu. Akan tetapi mengapa ada resep yang meminta baik baking soda maupun baking powder dalam hal ini cake atau kue sesungguhnya dikembangkan oleh baking powder, yang mengandung bikarbonat dan asam dalam proporsi paling pas untuk saling bereaksi dengan tuntas. Namun jika dalam adonan kebetulan ada bahan lain bersifat asam, misalnya buttermilk, sehingga keseimbangan terganggu, bikarbonat tambahan dalam bentuk baking soda diperlukan untuk menetralkan kelebihan asam itu. Tukang kue komersial menciptakan campuran mereka sendiri untuk bahan kimia pengembang ini, yang dirancang unruk melepaskan gas dalam jumlah tepat pada waktu dan temperatur yang tepat pula selama proses pembakaran.

Sebelumnya saya hanya memasukkan soda kue (baking soda) tanpa menambahkan baking powder dan hasilnya adonan tidak mengembang, namun setelah penambahan baking powder maka adonannya jadi mengembang, hanya saja efek dari penambahan baking powder ini akan menghasilkan rasa yang sedikit asam sebagai efek dari komposisinya.

Masih banyak ke’kimia’an dalam masak-memasak, tunggu postingan selanjutnya……

Note: sebagai newbie dalam hal memasak dan juga newbie dalam hal kimia untuk pembaca yang bisa memberi tambahan monggo πŸ™‚

dot into comma


Secara judul sepertinya sederhana, tapi toh ternyata hal yang simple seperti ini dari beberapa kali pengalaman banyak juga yang tidak mengetahui atau terlupa.

Standar dari excel biasanya untuk penulisan number dalam bentuk desimal adalah menggunakan tanda “.” (dot). Sementara untuk penulisan dalam bahasa Indonesia ini penggunaan dot dalam tabel biasanya harus di ubah ke dalam bentuk “,” (comma).

Mungkin ada yang sudah tahu cara mengubah dot jadi comma dalam excel, yakni mengubah settingan pada “excel options”, “advance”, “use system separators”, namun hal ini hanya berlaku pada excel saja, bagaimana kalau kita menginginkan perubahan ini terjadi pada semua tulisan kita?

settingan awal lah yang perlu diganti, caranya buka “control panel”, “date, time, language and regional options”, “change the format of numbers, dates and times “, “regional options”, “cutomize”, silahkan pilih anda akan mengganti “number” atau pada “curency”

semoga bermanfaat πŸ™‚

note: software ag saya gunakan adalah excel 2007 dan windows xp

tulisan-tulisan ‘antik’


Saya menuliskan ide ini ketika saya menonton sebuah film detektif ala jepang. Di dalamnya ada kasus yang ternyata bisa dijelaskan secara sains, namun inti sari ceritanya akan saya sampaikan di akhir pembahasan ini saja ya.

Sebelumnya saya mencoba mengingatkan kembali praktikum saat SMA dulu, mengenai tinta yang tidak terlihat. Banyak cara untuk membuat tinta tidak terlihat ini, cara yang sederhana dan banyak direferensikan adalah dengan menuliskan kaliman menggunakan jus lemon yang kemudian cara membacanya adalah dengan mendekatkan tulisan itu pada bola lampu. Variasi lainnya bisa dilihat di sini

Pembahasan mengenai tinta ini berlanjut tatkala saya iseng-iseng searching di g**gle. Muncullah sebuah gambar pena yang berisi invisible ink (katanya).
Image

gambar invisible ink

Prinsip kerja pena ini katanya, untuk bisa membacanya adalah dengan didekatkan pada sinar uv, tapi saya belum tau tinta ini sudah di jual bebas atau belum ya di pasar Indonesia πŸ˜€

Sedikit berbeda dengan dua tema di atas, kali ini yang di bahas adalah menulis di atas air. Hasil pencarian saya bertemu dengan teknik menulis dalam air yang dikembangkan oleh seniman China yang konon katanya sebenarnya sudah ditemukan semenjak 15 abad yang lalu oleh para seniman arab yang ahli dalam membuat kaligrafi, sayang saya belum menemukan referensinya.

Image

Cara menulisnya katanya menggunakan zat kimia yang bernama nafta, nafta ini setau saya adalah salah satu hasil dari fraksi minyak bumi, yang merupakan senyawa non polar. Air merupakan senyawa polar, maka jelas bahan ini tidak akan larut dalam air, namun untuk menghasilkan gambar yang indah seperti di atas jelas butuh keahlian tangan dari seniman ahli, bukan saya hehe

Oke bahasan terakhir seperti di awal pembukaan tulisan saya, film yang saya tonton adalah detective galileo, sebuah seri drama jepang. Pada suatu kasus dikisahkan bahwa ada penampakan tulisan di dalam air jampi-jampi seorang fortune teller. Sebuah tulisan ‘tak nyata’ di tempat seorang fortune teller jelas menimbulkan sbuah misteri, tapi ternyata misteri ini bisa dijelaskan oleh sains.

Jadi ada seseorang yang menulis dengan media thin layer of starch atau kalau saya coba jelaskan lapisan tipis yang berbahan dasar semacam karbohidrat, dituliskan dengan pena oil based marker, sehingga lapisan tipisnya kemudian akan larut hingga yang akan terlihat hanya tulisan dari marker tersebut.

Penasaran? tonton saja langsung filmnya πŸ˜€

sains dan cinta


Image

Kali ini saya menemukan buku menarik yang masih ada hubungannya dengan sains, tapi kali ini hubungannya dengan cinta.

Buku ini mengingatkan akan jurnal saya yang saya tulis di sini, tema serupa yakni mencoba menggabungkan antara sains dan cinta. Mungkin ada orang tidak sepakat dengan perumusan ini, sama seperti halnya diskusi pada jurnal yang saya tulis itu, tapi selebihnya saya harap hikmahnya lah yang dapat di ambil πŸ™‚

Kembali pada resensi buku ini, buku ini terdiri dari 5 bab, namun hanya 1 bab yang benar2 berisi ‘rumus’ dan kaitannya dengan cinta, selebihnya cinta saja nampaknya hehe

berhubung latar belakang saya adalah kimia, maka saya akan mencoba mengutipkan bagian yang juga dapat dipelajari di kimia. berikut kutipannya:

sub babnya bernama ‘ikatan cinta’

H+ + Cl Β Β  (tanda panah) Β Β Β Β  HCl

” Jika ion positif dianggap sebagai ion cinta dalam hati lelaki dan ion cinta negatif sebagai ion cinta dalam hati wanita, maka keduanya akan berikatan dengan erat dan kuat. cinta seperti ikatan ion ini akan langgeng dan tidak mudah goyah karena gangguan apapun dari luar.”

Saya jadi teringat suatu kali perkataan seorang dosen yang mengikuti acara StandUp Comedy, pada penampilannya beliau berkata kurang lebih begini “orang kimia adalah orang-orang yang penuh cinta, soalnya klo misalnya cocok ataupun tidak cocoknya pasti bawa-bawa nama chemistry (kimia)” πŸ™‚

Lalu sekilas saya cuplikan sebuah lagu yang di nyanyikan oleh Acha Septriasa dengan lirik “kau dan aku bersenyawa mengarungi hidup” jelas ada ‘kimia’ di dalamnya

Awalnya mau mereferensi buku dengan tema fisika ini, eh kenapa ujung-ujungnya jadi ke kimia ya, yah berhubung saya belum nemu buku semacam ini yang berjudul kimia bisa jadi referensi buat menulis selanjutnya ni πŸ˜‰

sains dalam batik


Suatu saat ketika berkunjung di salah satu toko buku, saya menemukan sebuah buku yang judulnya menarik mata saya untuk melihatnya. Sebuah buku yang berjudul fisika batik yang diΒ  tulis oleh Tim Peneliti Bandung Fe Institute.

Sekilas saya baca resumenya yang menyebutkan tentang “menggabungkan pola-pola batik tradisional melalui aplikasi komputer’. Jadilah saya membeli buku itu seharga 10.000 rupiah πŸ˜€

Image

Sebuah kalimat yang menarik yang dihantarkan oleh para penulisnya adalah bahwa “sains adalah satu cara untuk mengungkap keindahan sekeliling kita, dan adalah tugas anak-anakbangsa untuk menguasainya sembari menerapkannya dalam kehidupan nyata sehari-hari”.

Dalam buku ini di ulas mengenai batik fraktal.Β  Fraktal sendiri berasal dari bahasa Yunani yakni fractus yang artinya pecah, didefinisikan sebagai bentuk geometri yang tidak teratur namun memiliki kemiripan dengan dirinya sendiri.

“Batik fraktal komputasional dapat diakuisisi untuk melakukan berbagai re-desain atas banyak motif dasar yang dapat bersumber dari motif-motif dasar batik yang diambil dari desain tradisional asli, atau berbagai peniruan regeneratif motif dasar dari Sistem Fungsi terIterasi, atau bahkan dari pola-pola fraktal yang pada dasarnya bukan motif dasar batik namun memiliki kesamaan struktur dengan pola batik yang kita kenal.
Dengan mengetahui persamaan matematis dasar yang menghasilkan bentuk-bentuk sawat, misalnya, maka modifikasi kecil parameter-parameter dari variabel-variabel fungsi yang ada, secara komputasional kita dapat memunculkan berbagai bentuk sawat-sawat baru yang memperkaya khasanah batik.

Berikut contoh batik fraktal dari julia set

ImageImage

yang secara matematisnya adalah seperti ini

Lebih lanjut bisa juga langsung dibaca disini

Pencarian saya teruskan pada batik fraktal, dan bertemulah dengan situs ini.

Dari sinilah saya mengetahui bahwa bahkan sudah ada software untuk mendesain batik ini yang diberi nama jbatik, namun sayang saya tidak dapat mendownloadnya karena software ini ternyata berbayar 😦

Lantas sebagai anak kimia saya coba lanjutkan search ‘batik kimia’ sekedar iseng πŸ˜€

Entah saya yang mungkin memang tidak mengikuti berita atau memang publikasinya yang tertutupi oleh batik bola sehingga namanya baru saya dengar, saya menemukan berita bahwa sekumpulan mahasiswa berinisiasi menciptakan desain batik sains dan mayoritas kimia.
Namun terlepas dari pembahasan batik fraktal di atas, untuk batik bercorak sains ini saya tidak memahami detail mengenai proses desain batiknya, apakah juga menggunakan prinsip batik fraktal dan softwarenya tersebut atau tidak.

Sedikit saya tambahkan mengenai bahan kimia dalam batik yang saya baca

http://www.cleanbatik.com/assets/files/Pedoman%20(Bahasa).pdf

So, inilah sedikit ringkasan mengenai batik dari sisi sains yang saya peroleh πŸ™‚

membuat film pendek


Buat yang suka otak-atik atau memang hobi di depan komputer membuat film pendek tentunya mudah, apalagi dengan kecanggihan teknologi sekarang tentunya sangat mudah, tapi buat yang belum pernah buat sama sekali hal ini tentunya sangat sulit.

saya coba kasih arahan bagaimana membuat film singkat dengan software, hardware dan kemampuan terbatas πŸ™‚

Software:
Ada banyak software editing video di pasaran, memiliki keunggulan dan kekurangannya masing-masing.
software yang pernah saya pegang atau minimal saya tahu antara lain adobe premier, ulead video dan wondows movie maker.
Perbedaan di ketiganya adalah pada slot timelinenya, yang paling sederhana adalah windows movie maker, karena hanya terdiri dari slot video, audio dan text yang masing-masing hanya satu slot, sehingga tidak bisa untuk memasukkan dua jenis file (misal audio) di waktu yang bersamaaan, sedangkan ulead video bisa memasukkan dua jenis audio (suara dan musik) dan untuk premier memiliki beberapa slot video (saya lupa pastinya)

Hardware
Untuk membuat film sederhana tentunya diperlukan perangkat pembuat video dan juga suaranya (jika ingin menambahkan suara yang bukan musik).
1. Untuk perangkat perekam video bisa menggunakan kamera digital ataupun hanya brupa kamera hand phone, yang perlu di ketahui adalah jenis file keluaran dari hasil rekaman, pastikan itu sesuai dengan software editing video yang anda punya, misal anda menggunakan windows movie maker yang hanya mampu mengimport beberapa jenis file seperti *.avi dan *.mpg, sementara untuk *.mov tidak mampu, sehingga bila jenis file hasil keluaran camdig ataupun hape memiliki jenis file ini, maka tentu anda perlu mengconvertnya terlebih dahulu.

2. Sama seperti perangkat perekam video, perangkat perekam audiopun harus diperhatikan jenis filenya, untuk audio sendiri bisa menggunakan microphone yang langsung connect dengan komputer,
ataupun recording berbentuk flashdisk dan semacamnya yang banyak di jual di pasaran.

Saya akan memberikan contoh penggunaan windows movie maker dengan kamera digital (*.avi) dan microphone langsung connect ke komputer(*.wav)

1. klik import video dan pilih video kemudian drag pada timeline video, bila ingin memotong video tinggal play saja videonya lalu pause dan klik “split the clip into two….. ” (yg terletak di bawah player)
2. klik import audio dan pilih audioΒ  kemudian drag pada timeline, suara yang terdengar akan berasal dari dua sumber, yakni dari audio sendiri dan dari video yang direkam, untuk meminimize suara dari video, klik icon di samping gambar microphone dan set suara video hingga nol
3. masukkan text dengan cara klik tools, titles and credits lalu ketikkan teks yang hendak anda masukkan.

film selesai jangan lupa di save.

Untuk file film berukuran besar, maka hard disk yang kosong juga harus di sediakan. selain itu, saya kurang menyarankan untuk mengedit video ini di laptop/notebook dikarenakan kapasitasnya yang terbatas.

note: saya belajar secara otodidak, jadi bila ada yang mau menambahi, mengkoreksi ataupun bertanya silahkan πŸ™‚

google graph


Beberapa kode2 matematika yg bisa jadi bentu gambar di Google, tinggal paste aja bentuk2 ini :

1. bentuk hati

(sqrt(cos(x))*cos(200*x)+sqrt(abs(x))-0.7)*(4-x*x)^0.01, sqrt(9-x^2), -sqrt(9-x^2)

2. hati dengan lingkaran

(sqrt(cos(x))*cos(200 x)+sqrt(abs(x))-0.7)*(4-x*x)^0.01, sqrt(9-x^2), -sqrt(9-x^2) from -4.5 to 4.5

3. batman

1.5sqrt(-abs(abs(x)-1)*abs(3-abs(x))/((abs(x)-1)*(3-abs(x))))(1+abs(abs(x)-3)/(abs(x)-3))sqrt(1-(x/7)^2)+(4.5+0.75(abs(x-.5)+abs(x+.5))-2.75(abs(x-.75)+abs(x+.75)))(1+abs(1-abs(x))/(1-abs(x))),-3sqrt(1-(x/7)^2)sqrt(abs(abs(x)-4)/(abs(x)-4)),abs(x/2)-0.0913722(x^2)-3+sqrt(1-(abs(abs(x)-2)-1)^2),(2.71052+(1.5-.5abs(x))-1.35526sqrt(4-(abs(x)-1)^2))sqrt(abs(abs(x)-1)/(abs(x)-1))

4. muka cemberut

(0.49-x^2)^0.6*0.8-0.2, sqrt(0.01-(abs(x)-0.4)^2)*2*sin(x*1000)+0.4, sqrt(1-x^2)*sin(x*1000), -sqrt(0.0025-((abs(x)-0.73)^2))-abs(x)+0.54

5.wajah senyum

(-((0.49-x^2)^0.6))*0.8-0.2, sqrt(0.01-(abs(x)-0.4)^2)*2*sin(x*1000)+0.4, sqrt(1-x^2)*sin(x*1000)

6. and this one just for fun πŸ˜€

2sqrt(-abs(abs(x)-1)*abs(3-abs(x))/((abs(x)-1)*(1-abs(x))))(8+abs(abs(x)-3)/(abs(x)-3))sqrt(1-(x/7)^2)+(5+0.97(abs(x-.5)+abs(x+.5))-3(abs(x-.75)+abs(x+.75)))(1+abs(1-abs(x))/(1-abs(x))),-3sqrt(1-(x/7)^2)sqrt(abs(abs(x)-1)/(abs(x)-5)),abs(x/80)-1.9913722(x^2)+21+sqrt(0.1-(abs(abs(x)-2)-1.5)^2), abs(x/2)-3.9913722(x^2)+9+sqrt(0.35-(abs(abs(x)-1.8)-1.3)^2)

untuk jelasnya di link ini

atau yg mau tau math nya krg lebih di

http://math.stackexchange.com/questions/54506/is-this-batman-equation-for-real

jadi pengen belajar mathlab, ada yg mau ngajarin? 😦

column to row (excel)


buat yang belum tau cara buat rubah kolom ke baris atau sebaliknya

1. pilih cell kosong, blok sebanyak jumlah cell pada kolom

2. klik “=transpose(blok kolom yang mau d pindah)”, lalu tekan ctrl, shift dan enter secara bersamaan

semoga berhasil πŸ™‚